Rabu, 11 November 2015

Neduh Sembarangan, Denda Rp. 250 Ribu Siap Menanti

Pemotor Meneduh sembarangan 

Minggu ke-2 Nopember 2015 ini perubahan masa sudah menunjukkan gejalanya. Hari-hari yg rata rata kering & panas terik waktu ini perlahan sejak mulai beralih jadi hari-hari yg mendung. Hujan telah datang, periode panas & kemarau panjang yg mengambil penderitaan sudah berganti. Termasuk Juga di Ibukota Jakarta. Hari-hari terakhir, hujan sejak mulai teratur membasahi Jakarta. Intensitasnya juga tergolong deras. Hasilnya keadaan ini serta memaksa para pengendara roda dua yg biasa bersliweran di jalanan Jakarta dgn panas terik & gersang mesti menyiapkan jas hujan sbg perangkat pelengkap, apabila tidak mau basah kuyup kehujanan dalam perjalanan dari & menuju ke kantor.

Dengan Cara Apa seandainya tidak miliki jas hujan atau luput mengambil jas hujan dari rumah? Rata-rata pengendara motor pasti tidak mau pakaian & barang bawaanya basah diguyur hujan kalau nekat menerobos di tengah hujan deras. Telah jadi rutinitas teratur, bahwa waktu hujan deras, tidak sedikit pengendara motor memarkirkan kendaraan, utk sekadar meneduh sejenak di tempat umum yg beratap, seperti halte bus, terowongan, bahkan Jembatan Penyebrangan Orang. Terkadang malah tindakan neduhnya para pengendara motor saat hujan turun di Jakarta ini menyebabkan kemacetan panjang. Apalagi disaat jam-jam sibuk pasca pulang kerja.

Tetapi waktu ini, pengendara motor kayaknya butuh waspada & berpikir ulang buat ke-2 kalinya kalau mau neduh sembarangan dipinggir jalan. Pasalnya Sub Direktorat Gakkum Ditlantas Polda Mero dapat menerjunkan tim husus di sekian banyak titik sentral di Jakarta utk mencegah & mengusir para pengendara motor yg neduh kala hujan turun di sembarang lokasi. Menjadi tiada lagi pembiaran para pengendara motor yg meneduh di bawah terowongan, flyover, atau Jembatan Penyebrangan Orang maka sebabkan kamacetan.

Aturan ini ditegaskan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, seperti yg diberitakan oleh page Detikcom.

Berdasarkan aturan baru ini, Budiyanto memberikan peringatan bahwa pihaknya bakal laksanakan aksi tegas bagi para pengendara motor yg tetap ngeyel buat memarkirkan kendaraannya & neduh sembarangan dibawah flyover, atau JPO maka sebabkan terhenti panjang saat hujan turun.

Seandainya pemotor malas buat dibertahu, sehingga Pegawai bakal serta-merta menilang pengendara motor. Bahkan kabarnya, kalau pemotor tidak mematuhi Pegawai & masih neduh sembarangan sehingga dapat ada denda Rupiah 250 ribu bagi tiap pelanggaran.

Tapi, meski begitu, ada satu pengecualian bila dalam keadaan hujan deras, pemakai motor di Ibukota Jakarta meneduh sejenak di bawah Jembatan Penyebrangan Orang, flyover atau terowongan buat sekadar menggunakan jas hujan seterusnya menyambung perjalanan kembali. (cal)

img : liputan6.com 
Sumber

Gejala Penyakit Leptospirosis Saat Bencana Banjir Merendam

Gejala leptospirosis Banjir Jakarta 


Masa hujan datang mengambil barokah yg telah dinantikan sekian lama. Kemarau panjang yg berjalan di thn 2015 sudah mengambil derita panjang, bahkan sekian banyak pihak menyebut bahwa periode kemarau thn 2015 ini jadi yg terpanjang durasinya & terparah efeknya sewaktu sekian th terakhir.

Meski hujan mengambil barokah bagi suburnya kembali tanah dana tanaman pertanian, tapi bukan berarti masa hujan menciptakan kita lalai. Sekian Banyak kota akbar mestinya telah bersiap bakal bahaya yg menanti di periode hujan sekian banyak bln ke depan, ialah bencana banjir.

Bagi kota-kota agung di Indonesia, bahkan Ibukota Jakarta, banjir jadi etika yg telah dianggap seperti fenomena biasa. Mengharap Jakarta tidak dengan banjir sepertinya pula tetap sebatas mimpi di siang bolong, dikarenakan bagaimanapun keadaan saluran air, aliran sungai, & drainase yg dipunyai oleh Kota Jakarta telah berada dalam kerusakan yg parah & berusia lanjut usia. Sehingga dari itu, periode hujan th 2015 ini tentu bakal mirip dgn th pada awal mulanya, banjir tentu mendatang.

Banjir, genangan air cokelat yg meluap dari aliran sungai sebab volume air yg tidak terbendung, tidak cuma mengambil derita akibat rumah & jalan terendam air, bahaya banjir yang lain membayangi kesehatan penduduk. Dilansir dari Antaranews, KEMENKES telah memberikan imbauan bagi penduduk yg bermukim di wilayah rawan banjir utk senantiasa menjaga kesehatan & menghindari jajaran penyakit khas bencana banjir. Salah satu penyakit paling mematikan yg sanggup timbul lantaran banjir yaitu Leptospirosis.

Tatkala masa hujan yg deras & lebat, rata-rata penyakit Leptospirosis dapat merebak. Penduduk lebih sering mengenal penyakti ini bersama sebutan penyakit kencing tikus. Saat hujan deras melanda satu buah wilayah , air meluap & menyebabkan banjir, tikus-tikus yg tinggal di dalam tanah dapat ke luar dari sarangnya. Diwaktu itulah, tikus-tikus dapat mencemarkan kencing & kotorannya dalam aliran banjir yg menggenang.

Lantas apa saja gejala penyakit Leptospirosis ini?

Saat seseorang dewasa atau bahkan anak-anak mempunyai luka dalam tubuhnya, selanjutnya luka itu terendam air banjir yg telah tercemar oleh kencing tikus, sehingga akan dijamin orang itu dapat terinfeksi oleh bakteri Leptospirosis. Tanda-tandanya si pasien yg terkena Leptospirosis bakal mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius, selanjutnya apabila tidak cepat ditangani dapat mengalami kejang & kekakuan otot, sampai hasilnya berujung terhadap kematian. (cal)

img : suryaonline.co [Fotografer : Ahmad Zaimul Haq] 
Sumber

Bahaya Leptospirosis Saat Jakarta Terendam Banjir



Bahaya Leoptospirosis
 
Periode hujan telah datang, kemarau panjang hasilnya mogok perlahan. Saat Ini, bln Nopember 2015, pas dgn prediksi awal bahwa sebahagian gede Indonesia sedang memasuki fase awal periode hujan. Memang Lah, awan hujan yg datang belum terlampaui merata, tetapi hujan yg datang lebih sering mengambil petir & badai yg bersahutan, sampai terhadap hasilnya hujan deras yg tidak bisa tertampung itu beralih jadi bencana banjir, seperti yg teratur menyapa penduduk Ibukota Jakarta.

Menanggapi potensi banjir yg bakal datang seiring bersama peningkatan kesempatan hujan deras di Jakarta & kota-kota gede yang lain, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan imbauan utama terhadap warga, seperti yg diberitakan oleh page Antaranews. Imbauan dari Menteri Nila yaitu tetap menjaga kesehatan dikala periode hujan tiba. Khususnya bagi masyarakat yg wilayah pemukimannya jadi langganan banjir. Imbauan Nila ini bukan jadi omongan kosong, dikarenakan kenyataannya penyakit periode hujan tidak senantiasa tentang bersama flu, demam & penyakit dikarenakan cuaca dingin & hujan yang lain. Ada bahaya lain yg mengintai di balik masa hujan & banjir.

Satu pesan dari Menteri Nila terutama ditekankan kepada mencegah anak-anak utk main dgn air banjir, menyelupkan badannya bahkan kepalanya ke dalam air banjir. Kenapa begitu?

Menurut Nila, kadang-kadang para orang sepuh malah menyaksikan lucu & hasilnya memberikan peluang kepada anak-anak utk main dgn air banjir. Berenang kesana kemari di antara air banjir depan rumah, atau air banjir yg menggenang di jalan raya pasca hujan deras. Padahal, bahaya dari berendam di air banjir sangat banyak. Satu aspek yg paling nyata merupakan bahaya penyakit Leptospirosis.

Dengan Cara medis, penyakit Leptospirosis yaitu penyakit yg disebabkan oleh bakteri leptospira, penyakit ini yakni salah satu penyakit yg berjenis zoonosis, artinya penyakit yg ditularkan lewat hewan.

Nah, di antara masa hujan yg deras & genangan air banjir, hewan penular mutlak dari penyakit Leptospirosis ini yaitu tikus lewat kotoran & air kencingnya. Disaat periode hujan datang & mengambil banjir di sekian banyak tempat di Jakarta, tikus-tikus yg tinggal di dalam liang tanah tentu dapat ke luar dari sarangnya buat menyelamatkan diri. Nah tikus itu dapat berkeliaran di antara genangan banjir, & air kencing juga kotorannya dapat bercampur baur dgn air banjir.

Disaat anak-anak malah asyik menjadikan banjir Jakarta yang merupakan rekreasi murah meriah, sehingga disitulah bahaya Leptospirosis berjalan. Seseorang manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak yg mempunyai luka terbuka di badannya, seterusnya luka tersebut terendam air banjir yg telah tercampur dgn kotoran/kencing tikus yg mengandung bakteri lepstopira, sehingga disitulah ancaman infeksi otoran/kencing tikus yg mengandung bakteri Leptospirosis berlangsung. (cal)

img : Kompasiana 
Sumber

Selasa, 10 November 2015

Ibukota Waspada Musim Hujan, Begini Solusi tepat Atasi Banjir Jakarta

Solusi Banjir Jakarta
Penderitaan kemarau panjang perlahan mulai sejak menghilang, kemarau lenyap datang periode hujan. Husus utk wilayah DKI Jakarta, tatkala minggu awal di bln Nopember 2015 ini nyata betul bagaimanakah perubahan cuaca ekstrem sedang berlangsung. Awan hitam & petir menggelegar bersahutan di langit Jakarta. Hujan telah merata di nyaris seluruhnya wilayah Ibukota.

Diwaktu cuaca Jakarta telah mendung sejak pagi, jadi pertanda bagi warga Ibukota biar senantiasa waspada. Pasalnya, di antara transisi antara masa kemarau ke periode hujan, cuaca ekstrem bakal menyapa. Angin & hujan deras tapi dalam musim kala yg singkat dapat tiba-tiba datang. Argumen inilah yg jadi pemicu Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofosika mengeluakan peringatan dini bagi warga Jakarta yg hendak laksanakan kegiatan diluar lokasi.

Telah jadi fenomena teratur, minggu perdana sampai akhir Nopember kelak dapat jadi musim di mana cuaca sedang beralih drastis. Masa pancaroba sedang menunjukkan gejalanya, perubahan dari kemarau ke hujan diawali dgn hujan lebat antara sore & tengah malam hri. Tidak cuma lebat, hujan es juga berpotensi dapat berlangsung, hujan lebat disertai dgn kilat & angin kencang diprediksi bakal jadi adat harian di sore sampai tengah malam, setidaknya hingga akhir Nopember 2015 kelak.

Lantas, disaat Jakarta telah mulai sejak masuk ke masa hujan, macam mana solusi yg cocok buat atasi banjir Jakarta?

Dirilis oleh page CNN Indonesia, satu orang pengamat Perkotaan Kampus Trisakti, Yayat Supriyatna cobalah memberikan saran & solusi utk atasi banjir Jakarta. Jelasnya, biarpun business maksimal telah dilakukan Gubernur Jakarta, Ahok utk cegah bencana banjir terulang, tetapi terus saja genangan air dapat muncul sehabis hujan deras mengguyur ibukota.

Dikarenakan kenyataannya, meski perbaikan drainase atau saluran air di Jakarta telah dilakukan dengan cara besar-besaran melalui upaya Ahok, tetapi kenyataannya, saluran drainasi di Jakarta telah berumur lanjut usia. Maka dianggap tidak efektif lagi menampung limpahan air dari sungai sungai Jakarta. Saat aliran air terhenti, & tergenang, sehingga cuma bakal menunggu hitungan menit utk menonton air meluap, menggenang, & bahkan menenggelamkan kembali banyaknya wilayah langganan banjir di Ibukota.

Kata Yayat, drainase di Jakarta itu dibangun dari th 70-an, sekarang drainase-drainase tersebut telah tak berfungsi dengan cara maksimal. Menjadi ingin bagaimanapun dilakukan sterilisasi, genangan air bakal konsisten muncul di Jakarta.

Nah, pergi dari masalah pelik itu, solusi efektif buat cegah banjir Jakarta berulang kembali di thn 2015 ini merupakan dgn mengoptimalkan pompa penyedot yg dipunyai oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Kala genangan mungil muncul, sehingga pompa penyedot dapat berfungsi maksimal buat menghilangkan genangan itu sebelum makin membesar & beralih jadi bencana banjir luas.

Tetapi masalahnya umumnya pompa penyedot air di Jakarta pula dalam keadaan rusak, dilansir oleh CNN, Kepala Instansi Tata Air Jakarta, Tri Djoko Sri Margianto menyampaikan pompa air di Jakarta rusak lantaran tersumbat sampah yg dibuang sembarangan oleh penduduk. Bayangkan saja, pompa air di wilayah Pademangan mesti rusak dikarenakan ban bajaj sama kasur lipat masuk ke pompa penyedot banjir! (cal)

img : lipi.go.id 
Sumber

Penyebab Banjir Jakarta Terus Berulang

Penyebab Banjir Jakarta 

Jakarta telah sejak mulai bersiap datangnya bencana banjir. Tidak dapat dimungkiri, berapapun intensitas hujan yg turun, Jakarta yakni wilayah di negara ini yg jarang sekali luput dari bencana banjir. Posisi Jakarta benar-benar berada di ujung teluk & jadi hilir dari seluruh aliran sungai yg berhulu di Jawa Barat, imbasnya Jakarta senantiasa jadi wilayah limpahan air hujan.

Apabila alirannya tidak dapat terbendung lagi, sehingga banjir tidak mampu dihindari. Ruas jalan tergenang, satu perkampungan terendam, ribuan jiwa meradang dihantam banjir.

Lantas apa sesungguhnya argumen paling besar banjir senantiasa menghantam Jakarta? Tidak mampu kah ada solusi ciamik yg dapat menghentikan potensi banjir di Ibukota?

Biarpun di antara derita periode kemarau panjang thn 2015 ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah berkali-kali menggerakkan perbaikan drainase, sterilisasi aliran sungai, & beragam bisnis yang lain, tapi hasil dari penanggulangan banjir itu belum terbukti sampai hri ini.

Kepada hasilnya, Ahok menyebut sekian banyak argumen yg dengan cara terang & logis akan dituduh sbg penyebab terjadinya banjir Jakarta, apa sajakah penyebab banjir Jakarta itu?

Menurut paparan Ahok, seperti yg dikutip dari rilisan page Kompas, penyebab banjir Jakarta yg paling kasat mata yakni jumlahnya bangunan liar yg berdiri di atas saluran air. Terkecuali itu tidak sedikit pula bangunan semi permanen yg berdiri diatas saluran penghubung. Hasilnya bangunan liar yg tidak bererizin itulah yg menyebabkan aliran air kiriman dari hulu macet, padahal jikalau hujan deras, aliran dari hulu bakal mengalir amat sangat deras. Inilah argumen penting kenapa banjir Jakarta konsisten berulang tiap-tiap tahunnya.

Buat menanggulangi jumlahnya bangunan semipermanen & rumah-rumah liar di sepanjang aliran sungai, Ahok telah bersikap tegas utk merelokasi ribuan penduduk yg menempati sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, seperti yg tempo hari dirasakan oleh penduduk sepanjang bantaran CIliwung di wilayah Kampung Pulo, Jatinegara.

Tidak Cuma bangunan liar, masihlah menurut Ahok, penyebab banjir Jakarta yg melanda sekian banyak minggu terakhir ini merupakan lantaran sebanyak pembangunan trotoar yg dilakukan tak memperhatikan drainase di sektor bawahnya.

Hasilnya pembongkaran trotoar inilah yg menghambat saluran air & menyebabkan genangan. Pembongkaran trotoar rata rata dilakukan oleh vendor yg disewa perusahaan telekomunikasi utk menanam kabel fiber atau kabel serat optik utk listrik & internet.

Seperti yg berjalan kepada banjir kawasan Pluit Jakarta Utara Sabtu (7/11) dulu. Banjir menggenangi wilayah Pluit padahal tinggi muka waduk Pluit berada dalam keadaan rendah. Hasilnya sesudah diusut penyebabnya, nyatanya yg menyebabkan banjir Pluit yaitu jumlahnya galian fiber opik yg hasilnya kabel-kabel itu menahan sampah pula air. (cal)

img : Kompasiana 
Sumber

Musim Hujan, Status Siaga Banjir untuk Aceh Wilayah Trumon Raya

Banjir Aceh 

Sekian Banyak wilayah di Indonesia sejak mulai merata dilanda hujan deras. Hasilnya kemarau panjang perlahan mogok. Hujan deras telah sejak mulai menyapa tiap-tiap harinya. Tapi, ironisnya waktu bencana kemarau perlahan lenyap, justru berganti dgn potensi bencana banjir. Suatu kenyataan yg tidak sanggup dielak, keseimbangan alam di negara ini entah telah berada di level kerusakan berapa prosen, tapi resiko paling kasat mata telah terlihat di depan mata. Waktu kemarau mengambil kekeringan panjang, selanjutnya masa hujan mengambil banjir. Berarti alam sudah lenyap keseimbangannya.

Satu wilayah di Indonesia yg telah mengalami periode hujan pass deras yakni Propinsi Aceh. Perbedaan tekanan hawa di kurang lebih Teluk Bengal & Samudera Hindia sebelah barat Aceh sudah berdampak kepada cuaca yg amat sangat ekstrem di Aceh. Hujan deras disertai angin kencang condong berciri puting beliung muncul di sekian banyak wilayah Aceh kepada awal Nopember 2015 ini.

Hujan deras & cuaca ekstrem Aceh ini serta hasilnya sebabkan banjir di sekian banyak titik. Bahkan Pemerintah Propinsi Aceh menetapkan wilayah Trumon Raya juga sebagai kawasan siaga bencana di Kab Aceh Selatan. Penetapan ini terpaksa dilakukan sesudah menonton catatan lumayan parah banjir di tiga kecamatan, ialah Trumon tengah, Trumon, & Trumon Timur terhadap tahun-tahun pada awal mulanya.

Dengan Cara kajian ilmiah tetang ilmu meterologi & klimatologi, awal bln Nopember sampai memasuki bln Desember thn 2015 akan datang diprediksi bakal jadi puncak dari fenomena cuaca ekstrem. Dikutip dari CNN, Tubuh Nasional Penanngulangan Bencana telah mengeluarkan peringatan dini bahwa nyaris seluruhnya wilayah Indonesia terutama di Pulau Jawa, Sumatera & Kalimantan dapat dilanda cuaca ekstrem. Angin kencang & hujan deras jadi tanda perpindahan masa kemarau ke periode hujan.

Mengingat potensi tersebut, tetap dilansir dari page CNN Indonesia, Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra menegaskan status siaga bencana di Trumon Raya, nantinya wilayah yg ditetapkan siaga banjir bakal jadi wadah dari aktivitas penanggulangan bencana & pengurangan risiko bencana berbasis penduduk lokal.

Menurut data terakhir yg penulis temukan, Propinsi Aceh termasuk juga wilayah yg segera tanggap dalam menetapkan kawasan siaga bencana berdasarkan catatan peristiwa bencana banjir di masa-masa dulu.

Kawasan Siaga Bencana tersebut meliputi Desa Lhok Raya, Cot Bayu, & Ie Jerneh di Kecamatan Trumon Tengah; Desa Ujong Tanoh, Padang Cita-cita, & Keude Trumon di Kecamatan Trumon; pula Desa Kapa Sesak, Alue Bujok, Senebok Punto, Senebok Pusaka, Krueng Luas, & Pinto Rimba di Kecamatan Trumon Timur. (cal)

img : cnn 
Sumber

Selasa, 03 November 2015

Hujan Datang, Apapkah Jakarta Banjir Kembali?

Banjir Jakarta? 

Awal Bulan November 2015 Jakarta terlihat mulai rutin disiram hujan. Tidak hanya sekadar rintik dua rintik, tapi hujan yang turun sudah dalam kategori deras. Publik Ibukota pun bersorak. Akhirnya setelah penantian yang panjang menunggu akhir musim kemarau, Jakarta bisa kembali diguyur hujan. Tanah kembali basah, sumur-sumur air milik warga perlahan kembali terisi. Hujan memang membawa keberkahan. Namun ingat, karena hujan pula Jakarta selalu dihantam oleh bencana banjir. Sejak puluhan tahun lalu, kepadatan Jakarta yang semakin tidak terkontrol memang telah mengacaukan saluran air dan sungai yang melintas di Ibukota. Akhirnya, tiap awal musim hujan, menjadi awalan juga bagi tragedi banjir jakarta.

Apakah Jakarta banjir kembali?

Bagaimana strategi Ahok untuk mencegah Jakarta banjir kembali? Selama teriknya musim kemarau ini, langkah yang ditempuh Ahok dan jajarannya untuk mencegah banjir Jakarta memang sangat bervariasi. Mulai dari normalisasi kedalaman sungai, hingga merelokasi penduduk yang membikin bangunan liar di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, membongkar perumahan liar Kampung Pulo untuk normalisasi bantaran sungai Ciliwung.

Ahok mencotohkan wilayah Gunung Sahari Jakarta yang menjadi salah satu cabang dari aliran sungai dari Pintu Air Manggarai. Menurut klaim Ahok, wilayah Gunung Sahari dulunya sering menjadi salah satu sumber banjir dan menggenangi jalan walau hanya hujan sebentar. Namun kini lumpur cukup tinggi yang terpendam di aliran Sungai Gunung Sahari hingga ke Ancol sudah dibersihkan.
Namun Ahok tak menampik bahwa kemungkinan Jakarta masih akan tetap tergenang banjir, walau intensitasnya tak besar. Pasalnya masih banyak saluran drainase jalan di Jakarta yang salah fungsi. Banyak saluran air di bawah jalanan Ibukota yang tertutup oleh rumah warga, teras rumah, wc, hingga warung, seperti dilaporkan CNN.

Dikutip dari laman CNN, Gubernur Jakarta Basuki Thahja Purnama atau yang biasa dikenal publik sebagai Ahok nyatanya optimis bahwa musim hujan di akhir tahun 2015 ini tak akan membuat kota Jakarta banjir kembali. Ia yakin bahwa kota pimpinannya tak akan terkena banjir lagi saat musim hujan tiba.


Walau begitu Pemerintah DKI Jakarta akan tetap mengusahakan berbagai persiapan demi mencegah Jakarta banjir kembali. Pembenahan saluran air tetap menjadi fokus utama. Ahok sudah meminta dengan tegas lurah dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) agar membongkar saluran-saluran air yang tersendat atau mampat. Pompa air pun disiapkan di berbagai titik vital yang seringkali tergenang banjir pasca hujan turun. (cal)

img : uzone
Sumber