Rabu, 18 November 2015

Cara Pemerintah Antisipasi Banjir dan Longsor Indonesia

bencana-banjir-indonesia
Masa datang silih berganti. Usai melepaskan derita masa kemarau panjang yg menyesakkan tidak dengan air tatkala berbulan-bulan, sekarang ini nyaris semua wilayah di Indonesia telah mulai sejak memasuki awalan dari masa hujan. Prediksi Tubuh Meterologi, Klimatologi, & Geofisika menyatakan mungkin hujan deras bakal mengguyur teratur merata di seluruhnya Indonesia sejak mulai akhir Nopember sampai puncaknya di kira kira Januari-Februari th depan.

Berbicara menyangkut hujan deras, negara ini punyai catatan panjang menyangkut bencana tanah longsor & banjir yg menghantam tidak sedikit wilayah. Seakan telah menjadi pelengkap kala periode hujan, banjir & longsor ingin tidak ingin, senang tidak gemar, tentu miliki potensi agung nyaris di semua propinsi di Indonesia.

Pertanyaannya setelah itu, telah siapkan Kita menghadapi mungkin saja banjir & longsor di periode hujan th 2015-2016 ini?

Adakah antisipasi pemerintah buat mengurangi risiko banjir & longsor?

Dikutip dari pemberitaan Antaranews, pemerintah nyata-nyatanya telah menyiapkan tidak sedikit upaya buat mengantisipasi bencana banjir & longsor yg potensial di ruangan rawan bencana Indonesia. Menurut paparan Kepala Pusat Data Berita & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (17/11) Tindakan Nasional utk mencegah risiko bencana banjir & tanah longsor telah disiapkan oleh pemerintah buat th 2015 hingga 2016 akan datang.

Sebelum periode hujan datang makin teratur & makin deras, Kementerian Koordinator sektor Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Kemenko PK) pula telah berinisiatif membicarakan risiko bencana banjir & longsor ini melalui koordinasi tingkat kementerian, Instansi, & kepala daerah.

Apa saja trick pemerintah Indonesia utk mengurangi efek bencana banjir & longsor?

Salah satu yg sedang diupayakan yaitu sosialisasi risiko banjir & longsor di tingkat pusat & daerah-daerah yg potensial bakal banjir & longsor.

Wilayah rawan banjir di antaranya jabar, Jakarta, Semarang, Kudus, Demak, Manado, & beraneka kota yang lain dapat jadi prioritas pengurangan risiko banjir berdasarkan catatan kebencanaan tahun-tahun pada awal mulanya.

Sutopo pula menyambung dapat menyiapkan & menginventarisasi sumberdaya yg dipunyai oleh masing-masing Instansi & memenuhi kekurangan logistik & peralatan.

Terhadap intinya, bencana banjir & tanah longsor ialah type bencana alam yg “slow on set” artinya ke-2 tipe bencana ini berlangsung dgn lambat & perlahan. Prediksi & tanda-tandanya bakal dgn enteng ditemukan & dipahami tidak dengan butuh kajian ilmu wawasan & alat-alat modis.

Sehingga dari itu, kesiapsiagaan bencana banjir utama buat jadi prioritas, jikalau sebab banjir saja negara ini telah kalang kabut, macam mana seandainya satu buah kala kelak timbul kembali bencana gede macam tsunami 2004 silam? Bukan jadi bahan ancaman, namun jadi refleksi nyata bagi kesiapan penanggulangan risiko bencana di negara ini.

Melansir dari catatan Antaranews, Berdasarkan peta bencana di Indonesia terdapat 315 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir dgn jumlah masyarakat 61 juta jiwa di daerah tersebut. Sedangkan buat bencana longsor ada 274 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor bersama jumlah warga 40,9 juta jiwa di daerah tersebut. (cal)

img : Tempo.co 
Sumber

Selasa, 17 November 2015

Kesiapan Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia

peringatan-dini-bencana-banjir
Periode kemarau panjang th 2015 telah terlewat, waktu ini nyaris semua wilayah Indonesia telah berada di ujung pintu fenomena hujan deras & bahkan badai dari pagi sampai sore hri. Saat berkata mengenai potensi hujan deras & badai, bayangan yg segera terbersit di kepala ialah ancaman bencana banjir & tanah longsor. Terhadap kenyataannya, negara ini benar-benar masihlah prematur buat mengantisipasi bencana yg datang silih berganti. Usai melintasi kekeringan parah sebab kemarau panjang, sekarang menghadang potensi banjir & tanah longsor. Dataran tinggi terancam longsor, dataran rendah terancam limpahan banjir. Kumplit telah derita yg kelihatan di depan mata.

Lantas dengan cara apa sesungguhnya kesiapan system peringatan dini bencana banjir & tanah longsor di Indonesia? Ringkasan terkini dirilis oleh Kepala Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Willem Rampangilei menegaskan bahwa setuju atau tak, kenyataannya benar-benar system peringatan dini banjir & longsor di Indoenesia tetap amat minim & mengkhawatirkan.

Kenapa sanggup begitu?

Dilansir dari laporan CNN Indonesia, status timpangnya kesipaan system peringatan dini banjir & tanah longsor di Indonesia bukanlah omong kosong tidak dengan bukti data. Pasalnya, menurut catatan & identifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan cara menyeluruh di semua Indonesia, jumlah Kab yg rawan banjir & tanah longsor di Indonesia hri ini berjumlah jumlahnya 279 Kabupaten/Kota. Sedangkan instalasi system peringatan dini pada banjir & longsor di periode hujan thn 2015 ini baru ada banyaknya 42 kabupaten/kota. Jumlah yg teramat minim, bahkan tidak lebih dari 20%.

Apa yg jadi argumen system peringatan dini banjir & longsor belum betul-betul disiapkan merata di semua Indonesia? Tidak Sedikit gangguan yg menghadang. Menurut paparan Willem, satu faktor yg jadi kesusahan penting yakni dikarenakan masing-masing daerah Kabupaten/Kota di Indonesia miliki karakteristik wilayah yg berbeda-beda. Tidak sanggup disamakan potensi banjir & longsornya bersama daerah lain.

Contohnya ada daerah di Indonesia yg miliki potensi bencana longsor yg lebih tidak sedikit ketimbang bencana banjir, begitupun sebaliknya. Miliki potensi banjir yg lebih tidak sedikit ketimbang longsor. Bahkan Ada juga daerah yg potensi longsornya tiba-tiba meningkat drastis sesudah melintasi periode kemarau panjang ini lantaran menciptakan tanah kering & gampang longsor demikian terkena air hujan dalam intensitas yg akbar. Sehingga dari itu, butuh analisis panjang yg dilakukan utk lakukan identifikasi kerentanan bahaya bencana. Pendistribusian dana & sumber daya buat pencegahan bencana longsor & banjir tidak mampu disamaratakan.

Berdasarkan data yg dikutip semua dari laporan CNN Indonesia, sampai Agustus 2015 terdapat 375 kejadian banjir dgn sebanyak kerugian, di antaranya : 25 jiwa wafat, 606.655 jiwa mengungsi, 437 satuan rumah rusak berat, 15 satuan media kesehatan rusak, 51 satuan alat ibadah rusak, & 166 satuan alat pendidikan rusak.(cal)

img : viva 
Sumber

Wilayah Jakarta yang Terendam Banjir di Bulan November 2015

wilayah-rawan-banjir-jakarta 

Awan mendung pekat & agung mulai sejak jadi etika yg menutupi langit Ibukota Jakarta dalam sekian banyak hri terakhir. Sejak memasuki minggu ke-2 bln Nopember 2015 ini, Kota Jakarta & kota-kota supporter di sekitarnya, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi serta sejak mulai teratur diguyur hujan deras tiap harinya.

Kalau Jakarta & kota komuter di sekitarnya diguyur hujan deras, satu ancaman yg paling menempel di benak penduduk Jakarta ialah ancaman bencana banjir. Jakarta & banjir merupakan seperti dua faktor yg tidak dapat dipisahkan. Buruknya drainase & hancurnya keadaan aliran sungai yg mengalir membelah Kota Jakarta yaitu penyebab bencana banjir Jakarta tetap mengintimidasi tiap tahunnya waktu masa hujan sejak mulai mengguyur.

Pekan sore (15/11) tempo hari, hujan sangar deras yg membasahi wilayah Bogor & Puncak menyebabkan aliran air limpahan dari hulu sungai Ciliwung mengalir amat sangat deras. Keadaan Siaga 1 banjir juga ditetapkan oleh pihak terkait yg mengontrol tinggi air di bendungan Katulampa.

Waktu air deras mengalir ke arah hilir di Teluk Jakarta, area bantaran sungai Ciliwung bakal berpotensi meluap & menyebabkan banjir di sebanyak titik.

Ruang mana saja di wilayah Jakarta yg terendam banjir tatkala Bln Nopember 2015 ini?

Dikutip dari CNN Indonesia, Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta launcing data terakhir wilayah Jakarta yg telah terendam banjir, adalah Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Rawajati, & area depan Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta Timur tergenang banjir bersama ketinggian 50-60 sentimeter.

diluar itu, banjir Jakarta serta sejak mulai merendam wilayah depan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. wilayah depan pasar Kramat Jati berada persis disebelah aliran sungai Ciliwung. BPBD DKI serta melaporkan banjir menggenangi persimpangan Hex di Jalan Raya Bogor, sebab jebolnya pintu air di tempat tersebut.

Banjir yg telah menggenangi wilayah Jakarta di awal bln Nopember 2015 ini seperti prediksi awal bahwa wilayah sepanjang bantaran Sungai Ciliwung bakal jadi area penting direndam banjir. Terpaan banjir berada tepan di sepanjang aliran sungai Ciliwung yg berhilir di Teluk Jakarta.

Jikalau hujan sejak mulai menderas lagi di sore hri, sehingga Tinggi Muka Air di sebanyak bendungan di Jakarta segera dapat meningkat kembali. Catatan terakhir yg dirilis dari web BPBD DKI Jakarta menyebut tinggi air di Pintu Air Depok 85 centimeter atau Siaga IV, tinggi air Pintu Air Manggarai 690 senti meter atau Siaga IV, tinggi air Pintu Air Karet 360 centimeter atau Siaga IV, & tinggi air Pintu Air Pesanggaran 130 senti meter atau Siaga IV. (cal)

img : liputan6.com 
Sumber

Rabu, 11 November 2015

Neduh Sembarangan, Denda Rp. 250 Ribu Siap Menanti

Pemotor Meneduh sembarangan 

Minggu ke-2 Nopember 2015 ini perubahan masa sudah menunjukkan gejalanya. Hari-hari yg rata rata kering & panas terik waktu ini perlahan sejak mulai beralih jadi hari-hari yg mendung. Hujan telah datang, periode panas & kemarau panjang yg mengambil penderitaan sudah berganti. Termasuk Juga di Ibukota Jakarta. Hari-hari terakhir, hujan sejak mulai teratur membasahi Jakarta. Intensitasnya juga tergolong deras. Hasilnya keadaan ini serta memaksa para pengendara roda dua yg biasa bersliweran di jalanan Jakarta dgn panas terik & gersang mesti menyiapkan jas hujan sbg perangkat pelengkap, apabila tidak mau basah kuyup kehujanan dalam perjalanan dari & menuju ke kantor.

Dengan Cara Apa seandainya tidak miliki jas hujan atau luput mengambil jas hujan dari rumah? Rata-rata pengendara motor pasti tidak mau pakaian & barang bawaanya basah diguyur hujan kalau nekat menerobos di tengah hujan deras. Telah jadi rutinitas teratur, bahwa waktu hujan deras, tidak sedikit pengendara motor memarkirkan kendaraan, utk sekadar meneduh sejenak di tempat umum yg beratap, seperti halte bus, terowongan, bahkan Jembatan Penyebrangan Orang. Terkadang malah tindakan neduhnya para pengendara motor saat hujan turun di Jakarta ini menyebabkan kemacetan panjang. Apalagi disaat jam-jam sibuk pasca pulang kerja.

Tetapi waktu ini, pengendara motor kayaknya butuh waspada & berpikir ulang buat ke-2 kalinya kalau mau neduh sembarangan dipinggir jalan. Pasalnya Sub Direktorat Gakkum Ditlantas Polda Mero dapat menerjunkan tim husus di sekian banyak titik sentral di Jakarta utk mencegah & mengusir para pengendara motor yg neduh kala hujan turun di sembarang lokasi. Menjadi tiada lagi pembiaran para pengendara motor yg meneduh di bawah terowongan, flyover, atau Jembatan Penyebrangan Orang maka sebabkan kamacetan.

Aturan ini ditegaskan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, seperti yg diberitakan oleh page Detikcom.

Berdasarkan aturan baru ini, Budiyanto memberikan peringatan bahwa pihaknya bakal laksanakan aksi tegas bagi para pengendara motor yg tetap ngeyel buat memarkirkan kendaraannya & neduh sembarangan dibawah flyover, atau JPO maka sebabkan terhenti panjang saat hujan turun.

Seandainya pemotor malas buat dibertahu, sehingga Pegawai bakal serta-merta menilang pengendara motor. Bahkan kabarnya, kalau pemotor tidak mematuhi Pegawai & masih neduh sembarangan sehingga dapat ada denda Rupiah 250 ribu bagi tiap pelanggaran.

Tapi, meski begitu, ada satu pengecualian bila dalam keadaan hujan deras, pemakai motor di Ibukota Jakarta meneduh sejenak di bawah Jembatan Penyebrangan Orang, flyover atau terowongan buat sekadar menggunakan jas hujan seterusnya menyambung perjalanan kembali. (cal)

img : liputan6.com 
Sumber

Gejala Penyakit Leptospirosis Saat Bencana Banjir Merendam

Gejala leptospirosis Banjir Jakarta 


Masa hujan datang mengambil barokah yg telah dinantikan sekian lama. Kemarau panjang yg berjalan di thn 2015 sudah mengambil derita panjang, bahkan sekian banyak pihak menyebut bahwa periode kemarau thn 2015 ini jadi yg terpanjang durasinya & terparah efeknya sewaktu sekian th terakhir.

Meski hujan mengambil barokah bagi suburnya kembali tanah dana tanaman pertanian, tapi bukan berarti masa hujan menciptakan kita lalai. Sekian Banyak kota akbar mestinya telah bersiap bakal bahaya yg menanti di periode hujan sekian banyak bln ke depan, ialah bencana banjir.

Bagi kota-kota agung di Indonesia, bahkan Ibukota Jakarta, banjir jadi etika yg telah dianggap seperti fenomena biasa. Mengharap Jakarta tidak dengan banjir sepertinya pula tetap sebatas mimpi di siang bolong, dikarenakan bagaimanapun keadaan saluran air, aliran sungai, & drainase yg dipunyai oleh Kota Jakarta telah berada dalam kerusakan yg parah & berusia lanjut usia. Sehingga dari itu, periode hujan th 2015 ini tentu bakal mirip dgn th pada awal mulanya, banjir tentu mendatang.

Banjir, genangan air cokelat yg meluap dari aliran sungai sebab volume air yg tidak terbendung, tidak cuma mengambil derita akibat rumah & jalan terendam air, bahaya banjir yang lain membayangi kesehatan penduduk. Dilansir dari Antaranews, KEMENKES telah memberikan imbauan bagi penduduk yg bermukim di wilayah rawan banjir utk senantiasa menjaga kesehatan & menghindari jajaran penyakit khas bencana banjir. Salah satu penyakit paling mematikan yg sanggup timbul lantaran banjir yaitu Leptospirosis.

Tatkala masa hujan yg deras & lebat, rata-rata penyakit Leptospirosis dapat merebak. Penduduk lebih sering mengenal penyakti ini bersama sebutan penyakit kencing tikus. Saat hujan deras melanda satu buah wilayah , air meluap & menyebabkan banjir, tikus-tikus yg tinggal di dalam tanah dapat ke luar dari sarangnya. Diwaktu itulah, tikus-tikus dapat mencemarkan kencing & kotorannya dalam aliran banjir yg menggenang.

Lantas apa saja gejala penyakit Leptospirosis ini?

Saat seseorang dewasa atau bahkan anak-anak mempunyai luka dalam tubuhnya, selanjutnya luka itu terendam air banjir yg telah tercemar oleh kencing tikus, sehingga akan dijamin orang itu dapat terinfeksi oleh bakteri Leptospirosis. Tanda-tandanya si pasien yg terkena Leptospirosis bakal mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius, selanjutnya apabila tidak cepat ditangani dapat mengalami kejang & kekakuan otot, sampai hasilnya berujung terhadap kematian. (cal)

img : suryaonline.co [Fotografer : Ahmad Zaimul Haq] 
Sumber

Bahaya Leptospirosis Saat Jakarta Terendam Banjir



Bahaya Leoptospirosis
 
Periode hujan telah datang, kemarau panjang hasilnya mogok perlahan. Saat Ini, bln Nopember 2015, pas dgn prediksi awal bahwa sebahagian gede Indonesia sedang memasuki fase awal periode hujan. Memang Lah, awan hujan yg datang belum terlampaui merata, tetapi hujan yg datang lebih sering mengambil petir & badai yg bersahutan, sampai terhadap hasilnya hujan deras yg tidak bisa tertampung itu beralih jadi bencana banjir, seperti yg teratur menyapa penduduk Ibukota Jakarta.

Menanggapi potensi banjir yg bakal datang seiring bersama peningkatan kesempatan hujan deras di Jakarta & kota-kota gede yang lain, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan imbauan utama terhadap warga, seperti yg diberitakan oleh page Antaranews. Imbauan dari Menteri Nila yaitu tetap menjaga kesehatan dikala periode hujan tiba. Khususnya bagi masyarakat yg wilayah pemukimannya jadi langganan banjir. Imbauan Nila ini bukan jadi omongan kosong, dikarenakan kenyataannya penyakit periode hujan tidak senantiasa tentang bersama flu, demam & penyakit dikarenakan cuaca dingin & hujan yang lain. Ada bahaya lain yg mengintai di balik masa hujan & banjir.

Satu pesan dari Menteri Nila terutama ditekankan kepada mencegah anak-anak utk main dgn air banjir, menyelupkan badannya bahkan kepalanya ke dalam air banjir. Kenapa begitu?

Menurut Nila, kadang-kadang para orang sepuh malah menyaksikan lucu & hasilnya memberikan peluang kepada anak-anak utk main dgn air banjir. Berenang kesana kemari di antara air banjir depan rumah, atau air banjir yg menggenang di jalan raya pasca hujan deras. Padahal, bahaya dari berendam di air banjir sangat banyak. Satu aspek yg paling nyata merupakan bahaya penyakit Leptospirosis.

Dengan Cara medis, penyakit Leptospirosis yaitu penyakit yg disebabkan oleh bakteri leptospira, penyakit ini yakni salah satu penyakit yg berjenis zoonosis, artinya penyakit yg ditularkan lewat hewan.

Nah, di antara masa hujan yg deras & genangan air banjir, hewan penular mutlak dari penyakit Leptospirosis ini yaitu tikus lewat kotoran & air kencingnya. Disaat periode hujan datang & mengambil banjir di sekian banyak tempat di Jakarta, tikus-tikus yg tinggal di dalam liang tanah tentu dapat ke luar dari sarangnya buat menyelamatkan diri. Nah tikus itu dapat berkeliaran di antara genangan banjir, & air kencing juga kotorannya dapat bercampur baur dgn air banjir.

Disaat anak-anak malah asyik menjadikan banjir Jakarta yang merupakan rekreasi murah meriah, sehingga disitulah bahaya Leptospirosis berjalan. Seseorang manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak yg mempunyai luka terbuka di badannya, seterusnya luka tersebut terendam air banjir yg telah tercampur dgn kotoran/kencing tikus yg mengandung bakteri lepstopira, sehingga disitulah ancaman infeksi otoran/kencing tikus yg mengandung bakteri Leptospirosis berlangsung. (cal)

img : Kompasiana 
Sumber

Selasa, 10 November 2015

Ibukota Waspada Musim Hujan, Begini Solusi tepat Atasi Banjir Jakarta

Solusi Banjir Jakarta
Penderitaan kemarau panjang perlahan mulai sejak menghilang, kemarau lenyap datang periode hujan. Husus utk wilayah DKI Jakarta, tatkala minggu awal di bln Nopember 2015 ini nyata betul bagaimanakah perubahan cuaca ekstrem sedang berlangsung. Awan hitam & petir menggelegar bersahutan di langit Jakarta. Hujan telah merata di nyaris seluruhnya wilayah Ibukota.

Diwaktu cuaca Jakarta telah mendung sejak pagi, jadi pertanda bagi warga Ibukota biar senantiasa waspada. Pasalnya, di antara transisi antara masa kemarau ke periode hujan, cuaca ekstrem bakal menyapa. Angin & hujan deras tapi dalam musim kala yg singkat dapat tiba-tiba datang. Argumen inilah yg jadi pemicu Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofosika mengeluakan peringatan dini bagi warga Jakarta yg hendak laksanakan kegiatan diluar lokasi.

Telah jadi fenomena teratur, minggu perdana sampai akhir Nopember kelak dapat jadi musim di mana cuaca sedang beralih drastis. Masa pancaroba sedang menunjukkan gejalanya, perubahan dari kemarau ke hujan diawali dgn hujan lebat antara sore & tengah malam hri. Tidak cuma lebat, hujan es juga berpotensi dapat berlangsung, hujan lebat disertai dgn kilat & angin kencang diprediksi bakal jadi adat harian di sore sampai tengah malam, setidaknya hingga akhir Nopember 2015 kelak.

Lantas, disaat Jakarta telah mulai sejak masuk ke masa hujan, macam mana solusi yg cocok buat atasi banjir Jakarta?

Dirilis oleh page CNN Indonesia, satu orang pengamat Perkotaan Kampus Trisakti, Yayat Supriyatna cobalah memberikan saran & solusi utk atasi banjir Jakarta. Jelasnya, biarpun business maksimal telah dilakukan Gubernur Jakarta, Ahok utk cegah bencana banjir terulang, tetapi terus saja genangan air dapat muncul sehabis hujan deras mengguyur ibukota.

Dikarenakan kenyataannya, meski perbaikan drainase atau saluran air di Jakarta telah dilakukan dengan cara besar-besaran melalui upaya Ahok, tetapi kenyataannya, saluran drainasi di Jakarta telah berumur lanjut usia. Maka dianggap tidak efektif lagi menampung limpahan air dari sungai sungai Jakarta. Saat aliran air terhenti, & tergenang, sehingga cuma bakal menunggu hitungan menit utk menonton air meluap, menggenang, & bahkan menenggelamkan kembali banyaknya wilayah langganan banjir di Ibukota.

Kata Yayat, drainase di Jakarta itu dibangun dari th 70-an, sekarang drainase-drainase tersebut telah tak berfungsi dengan cara maksimal. Menjadi ingin bagaimanapun dilakukan sterilisasi, genangan air bakal konsisten muncul di Jakarta.

Nah, pergi dari masalah pelik itu, solusi efektif buat cegah banjir Jakarta berulang kembali di thn 2015 ini merupakan dgn mengoptimalkan pompa penyedot yg dipunyai oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Kala genangan mungil muncul, sehingga pompa penyedot dapat berfungsi maksimal buat menghilangkan genangan itu sebelum makin membesar & beralih jadi bencana banjir luas.

Tetapi masalahnya umumnya pompa penyedot air di Jakarta pula dalam keadaan rusak, dilansir oleh CNN, Kepala Instansi Tata Air Jakarta, Tri Djoko Sri Margianto menyampaikan pompa air di Jakarta rusak lantaran tersumbat sampah yg dibuang sembarangan oleh penduduk. Bayangkan saja, pompa air di wilayah Pademangan mesti rusak dikarenakan ban bajaj sama kasur lipat masuk ke pompa penyedot banjir! (cal)

img : lipi.go.id 
Sumber