Pasca Banjir Pangkal Pinang di Bangka Belitung tampak duka penduduk yg syok menyaksikan keadaan hunian & lingkungannya. Ini ialah banjir agung tidak dengan tanda-tanda sesudah lama tak sempat berjalan banjir, bahkan tidak sedikit warga yg tidak menyangka sama sekali. Akibat terpaan banjir tersebut tidak sedikit penduduk yg syok & tidak pernah menyelamatkan beberapa-barang hunian tangga mereka yg terendan & hanyut oleh air bah setinggi nyaris 2 meter.
Pasca banjir ialah awal kesulitan para penduduk buat kembali beraktifitas dikarenakan tidak sedikit kehilangan & mengalami kerusakan harta benda akibat terjangan banjir. Beda dgn penduduk Kampung Pulo Jakarta yg telah siap siaga saat masa hujan datang mereka telah tahu macam mana menyelamatkan harta benda.
Sesudah surut, seluruh basah & terendam lumpur & barang-barang mutlak hanyut, penduduk masihlah bingung ingin dengan cara apa menyaksikan keadaan rumahnya. Keadaan perekonimian lumpuh & warga tetap bingung gimana memperoleh peralatan yg patut utk kembali mengawali aktifitas sehari-hari.
Itu belum seberapa, buat tidur serta mereka masihlah merasa bingung lantaran kasur-kasur & tikar rusak, basah & berlumpur. Mereka susah utk memasak lantaran kompor gas mereka rusak, pasokan bahan-bahan dari luar tertunda lantaran jalanan rusak & berlumpur, baju tetap basah, anak-anak kehilangan perlengkapan sekolah tas & buku mereka.
Berdasar informasi relawan dari sana para korban banjir rata-rata syok, tidak menyangka banjir mampu segede itu. Mereka menginginkan situasi membaik, perekonomian pulih. Tidak sedikit korban yg memang cuma mengenakan sisa pakaian di tubuh. Sebahagian korban beberapa orang sepuh. Terkecuali pamong setempat yg serta korban, pegiat kemanusiaan bekerja sukarela & sebahagian yang lain relawan ACT
sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar